Akibat Trembesi, Warga Tutuyan Tutup Jalan dan Ambil Alih Kewenangan Provinsi

0
Foto: Warga Tutuyan II yang menutup akses jalan guna keselamatan pengguna jalan

TimurExpress.com, Tutuyan – Ratusan pohon Trembesi yang berjejer di sepanjang ruas jalan Ibu Kota Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kian meresahkan.

Hal ini dipicu akibat cabang-cabang pohon berukuran besar yang mudah patah dan sering nyaris menimpa pengguna jalan yang melintasi jalur trans Ibu Kota Tutuyan.

Pantau wartawan ini, warga Tutuyan II (tak ingin namanya dipublis) yang sedang melakukan pemangkasan dan penebangan pohon Trembesi, pada Minggu (2/8/20).

‘’Ini sudah membahayakan dan mengancam nyawa manusia. Kami takut akan roboh di rumah atau bertepatan di bawah pohon lalu tertimpah cabang patah. Selain itu, dapat mencelakai pengguna jalan sehingga inisiatif saya ditebang saja dan menutup akses jalan. Pengguna jalan bisa melalui jalur alternatife lain demi keselamatan,’’ katanya.

Kita ketahui bersama, pemeliharaan jalan termasuk pohon Trembesi adalah kewenangan Balai Jalan Provinsi (BJP). Bukan di daerah.

Kendati demikian, Pemerintah Kabupaten Boltim melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) sesekali mangambil langkah bijak menanggulangi pohon-pohon rindang itu dengan cara melakukan pemangkasan hingga penebangan. Pemkab Boltim tak tutup mata.

‘’Namanya sudah membahayakan masyarakat, tentu akan menjadi perhatian pemerintah. Walaupun itu bukan kewenangan kami, juga karena keterbatasan anggaran. Anggarannya jelas ada di BJP. Bukan di kita,’’ jelas Kepala DLH Boltim, Sjukri Tawil, saat dihubungi via seluler oleh wartawan ini malam ini.

Lanjut Tawil, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan pemangkasan dan penebangan di sejumlah titik yang dianggap rawan.

‘’Namun kembali ke tadi, keterbatasan anggaran jadi penghambat. Karena kita pakai uang sendiri,’’ ujarnya.

Dirinya mengatakan, persoalan ini harus ada solusinya dan tidak berharap pada BJP.

‘’Mengenai hal ini, sebelumya saya sudah lakukan koordinasi dengan Camat dan Sangadi setempat. Kalau ada pohon Trembesi yang dinilai wajib ditebang dengan alasan keselamatan, mari kita bekerjasama dengan masyarakat. Kami siapkan angkutan gratis, dan aparat desa setempat bersama masyarakat bahu-membahu lakukan penebangan.

Sementara, Sangadi Tutuyan II, Hartono Buntuan mengimbau kepada masyarakat agar bisa melaporkan ke pemerintah desa terkait hal ini.

‘’Kalau ada yang mau tebang pohon Trembesi, laporkan ke kita, nanti aparat desa ikut membantu penebangan juga menghubungi pihak DLH,’’ ucapnya, menambahkan pihaknya tidak ada anggaran terkait pemeliharaan pohon Trembesi. (Chimo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here