Disbun Provinsi Berikan Bimtek ke Poktan Milenial Boltim

0

TIMUREXPRESS.COM, Tutuyan – Fakultas Pertanian Unsrat Sulawesi Utara (Sulut) bekerjasama dengan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi dan Dinas Pertanian Bolaang Mongondow Timur (Boltim) selenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Kelompok Tani (Poktan) milenial Boltim.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tutuyan, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Boltim, pada Rabu (13/11/19) ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Boltim, Ir. Setiono.

Sasaran dari bimtek tersebut yakni untuk mendorong petani milenial agar mempunyai keinginan kuat untuk berkebun. Demikian yang disampaikan salah satu fasilitator Fakultas Pertanian Unsrat Manado, Sulut, Dr. Ir. Gane Kapantouw.

‘’Disini kami memberikan bimbingan kepada petani milenial agar lebih semangat untuk bercocok tanam, diantaranya terkait kelapa. Jangan kerena harga kopra turun dan keinginan bertani juga menurun, yang anjlok itu kan harga kopra, bukan kelapa. Sedangkan buah kelapa masih bisa diolah menjadi bahan lain yang tentunya memiliki nilai jual lebih tinggi,’’ terang Kapantouw.

Sama halnya yang disampaikan Dr. Ir. Adrian Pangemanan dari Fakultas Pertanian Unsrat Manado, Sulut. Kata dia, buah kelapa bisa diolah menjadi berbagai macam makanan atau jajanan.

‘’Petani tinggal memilih bagaimana cara yang cocok dan baik. Jika petani bisa mengolah buah kelapa selain dijadikan kopra, dapat dipastikan penghasilan para petani kelapa bisa lebih baik lagi,’’ tuturnya.

Selain itu dipaparkan juga cara mengatasi hama tanaman cengkih dan menjaga pertumbuhan serta meningkatkan produksi.

Sebelumnya, Ir. Setiono mengatakan, kegiatan tersebut untuk menindaklanjuti komitmen Presiden RI untuk menggerakan pemuda sebagai pelopor pembangunan. Salah satunya di bidang pertanian.

‘’Selama ini sangat dirasakan bahwa para kaum muda yang bergerak disektor pertanian terjadi penurunan. Sebab itulah Disbun Provinsi menggagas serta menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten untuk menyelenggarakan pertemuan atau pelatihan bimtek yang bersifat teoritis bagi para petani milenial,’’ ungkap Setiono.

Ia berharap, ‘’Kaum milenial jangan merasa bahwa bekerja di bidang pertanian adalah pekerjaan yang hina, namun sebaliknya, ini adalah pekerjaan yang sangat menjanjikan. Banyak sekali peluang sukses jika bertani dengan sungguh-sungguh,’’.

Peserta yang hadir yakni Poktan Kecamatan Tutuyan, Kotabunan, dan Motongkad sekaligus menerima bantuan berupa bibit cengkih, pupuk organic, dan handsprayer dari Disbun Provinsi. (Chimo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here