Gelar Reses, Richi Serap Asmara Ditengah Pandemi

0
Richi Hadji Ali saat menjawab usulan peserta Reses

TimurExpress.com, Kotabunan – Meski ditengah Pandemi, Richi Hadji Ali tetap melaksanakan kewajiban sebagai wakil rakyat.

Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Richi Hadji Ali, selaku Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (BAPEMPERDA) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim, menggelar Reses masa persidangan kedua tahun 2020 untuk daerah pemilihan (dapil) I, pada Jumat (17/7/20).

Sekcam Kotabunan, Lam Paputungan kala membuka agenda Reses

Agenda yang mematuhi protap Covid-19 (memakai masker dan menjaga jarak serta tidak bersentuhan fisik), Camat Kotabunan di wakili Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Lam Paputungan membuka Reses.

Kegiatan Reses yang berlangsung tertib itu, Richi Hadji Ali menyerap banyak aspirasi masyarakat (asmara-red). Diantaranya, terkait wacana pemekaran Kecamatan Buyat yang di sampaikan Sekcam, pengaspalan jalan pertanian dan lorong desa, kelengkapan fasilitas pasar, perehaban PAUD ungkapan dari beberapa Sangadi di Buyat bersatu dan sejumlah aspirasi lainnya dari masyarakat.

Foto: Richi Hadji Ali di dampingi Sekcam Kotabunan, Sangadi Buyat, dan perwakilan dari sejumlah SKPD terkait

Menanggapi itu, legislator fraksi Nasdem ini menyebut, walaupun ada beberapa usulan yang bukan di bidangnya, namun tetap akan dikawal.

“Walaupun ada beberapa buah pikiran dari masyarakat dan pemerintah desa maupun tokoh-tokoh yang bukan di bidang saya, namun tetap akan disampaikan ke bidang yang membidangi usulan tersebut,” ujar Richi Hadji Ali.

Foto bersama usai agenda Reses

“Pembagunan infrastruktur skala prioritas sebenarnya sudah di alokasikan, namun hadirnya Covid-19 yang menghambat sehingga terjadi pergeseran anggaran untuk bantuan kemanusiaan selama Pandemi,” tutur aleg muda ini.

Richi melanjutkan, aspirasi yang di utarakan, telah dicatat dan selanjutnya akan dibahas dalam rapat dengan teman-teman DPR.

“Terkait pengaspalan jalan, saya akan berupaya untuk mengawal. Kemungkinan terburuk, jika disetujui, akan terealisasi tahun 2022. Sebab alokasi anggaran tahun 2020 ini tertunda di tahun 2021,” terangnya.

Foto: para peserta Reses yang hadir

“Intinya tetap saya kawal apa yang sudah disuarakan dari jajaran pemerintah desa, tokoh-tokoh dan masyarakat Buyat bersatu. Namun saya juga harus menyampaikan, masalah perealisasian program, itu tergantung pada skala prioritas. Jadi mana yang paling dibutuhkan, itu yang terlabih dahulu terakomodir. Dan sisanya, pasti akan diakomodir di tahun selanjutnya,” kata Wakil Ketua Komisi II, Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembagunan ini.

Menutup agenda, Richi Hadji Ali mengucapkan terima kasih kepada seluruh yang hadir pada Reses demi menyampaikan pokok-pokok pikiran, untuk membangun Kabupaten Boltim lebih maju.

“Selaku wakil rakyat Boltim, pemekaran Buyat bersatu, sangat saya apresiasi. Tentunya saya mendukung dan akan mengawal pemekarannya. Ini adalah bidang komisi satu, namun tetap menjadi tanggung jawab saya,” sebutnya.

Usai Reses, Richi Hadji Ali sempatkan waktu melakukan aksi sosial bagi-bagi masker dan handscoon tangan.

“Semoga ini bermanfaat buat masyarakat dan seluruh peserta Reses. Dan semoga juga kita semua di jauhkan dari Pandemi yang cukup mengguncang ekonomi global saat ini,” tuntasnya. (Chimo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here