Mokoagow Imbau Pemdes Update Data Kematian

0
Kepala Disdukcapil Boltim, Rusmin Mokoagow

TimurExpress.com, Boltim – Angka kematian di Kabupaten Boltim hampir setiap hari terus bertambah, Dinas (Kadis) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) selaku dinas terkait data kependudukan mengakui tak memiliki data.

“Kami minim data soal angka kematian,” ucap Kepala Dukcapil, Rusmini Mokoagow. Selasa (7/7/20).

Menurutnya, hal itu dikarenakan kurangnya informasi dari  pihak pemerintah desa,

“Sampai hari ini kami belum mengetahui angka kematian di setiap desa yang ada di Boltim, sehingga Disdukcapil masih menunggu data, hanya sedikit yang melapor,” kata Rusmini.

Lanjut dia,  pemerintah desa lebih tahu tentang jumlah angka kematian, untuk itu kami meminta aparat desa wajib melaporkannya,

“Ini jelas tertuang dalam  amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013, bahwa angka kematian itu wajib dilaporkan oleh aparat desa,” ungkap Mokoagow.

Terkait pembuatan Akta Kematian, lanjut Mokoagow, pihaknya kerap melakukan sosialisasi di setiap desa.

“Kami juga sudah berapa kali melakukan sosialisasi di setiap desa bahkan kami juga sudah mengirim kontak WA (WhatsApp-red) kepada pemerintah desa agar supaya bisa  menghubungi langsung pihak Capil. Hanya saja dari desa hanya sedikit yang memasukan datanya,” jelasnya.

“Saat ini yang mengurus Akta Kematian di Disdukcapil, hanya ada beberapa anggota keluarga yang datang. Nah, disitu kami bisa tahu ada berapa jumlah ketambahan Akta Kematian, tapi kalau dari desa sendiri hanya sedikit yang memasukan datanya. Kalau saya lihat, banyak orang yang mati tapi laporannya sedikit,” sambung Mokoagow.

Kepala Seksi (Kasi) Perubahan Status Anak Kewarganegaraan dan Kematian, Johana Kaaro menuturkan, data kematian yang masuk di Disdukcapil tahun ini sebanyak 179.

“Tahun ini data kematian yang masuk sampai dengan bulan Juni sebanyak 179. Bulan Januari, ada 45, Februari 33, Maret 44, April 6, Mei 13, dan Juni 38. Jadi jumlahnya 179. Data ini dari 7 Kecamatan yang ada di Boltim,” terangnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here