Pemdes Togid Cegah Abrasi Pinggiran Pantai dengan Penghijauan

0

TIMUREXPRESS.COM, Tutuyan – Sekitar 21 tahun yang lalu tepatnya di tahun 1998 silam, perkebunan kelapa disepanjang tapian pantai Desa Togid, masih berjarak sekitar 200 meter dari tepi laut. Namun, seperti yang diketahui bersama, Abrasi atau proses pengikisan pantai oleh tenaga gelombang laut dan arus laut yang memiliki sifat merusak, telah mengambil hak dari pada petani setempat. Ratusan pohon kelapa yang kala itu masih berdiri tegak dan memberikan hasil, kini hilang termakan Abrasi.

Abrasi yang Memakan Tanaman Kelapa Masyarakat Togid

Menaggapi itu, Pemerintah Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) lakukan penghijauan di sepanjang tepi pantai dari perbatasan Desa Tutuyan sampai muara sungai Desa Togid dengan menanam ratusan pohon Mangrove jenis Ketapang.

Pantauan jurnalis ini, dipimpin langsung oleh Sangadi Togid Adi Makalunsenge dan Sekretaris Desa Djisman Boroma, penanaman ratusan Ketapang ini berlangsung sukses.

Aparat Desa Togid Lakukan Penanaman Mangrove

Sangadi, saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memilih jenis Ketapang lantaran pertumbuhan yang tergolong cepat dan mampu membentuk tajuk indah bertingkat. Sehingga Ketapang kerap dijadikan pohon peneduh di taman-taman dan tepian jalan.

‘’Ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap lingkungan. Jika tidak segera dicegah, Abrasi akan terus merusak lahan perkebunan masyarakat dan tentunya sangat merugikan dan berdampak pada perekonomian di desa dan daerah,’’ ujar Sangadi saat berada dilokasi penanaman Ketapang, Selasa (31/12/19).

Penanaman Mangrove di Pinggiran Danau Bunong

Dilanjutkannya, tidak hanya pemerintah desa, pemuda dan masyarakat Desa Togid antusias bahu membahu lakukan penanaman pohon rindang tersebut.

‘’Ada 250 bibit Ketapang yang kami tanam sisa dari 5000 pohon yang disiapkan. Kami juga menanam ketapang di pinggiran atas Danau Bunong dengan tujuan memperkokoh tanah serta tempat berteduhnya pengunjung. Danau Bunong direncanakan akan di sulap menjadi tempat wisata,’’ akunya.

Sangadi menambahkan, selain Danau Bunong, penanaman Ketapang di tepian pantai juga nantinya akan dijadikan ekowisata atau ekoturisme yang merupakan salah satu kegiatan pariwisata berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konserfasi alam.

‘’Selain mencegah Abrasi, nantinya akan sulap menjadi tempat wisata. Tahun depan akan ditata, kita akan pasang Gazebo dan fasilitas penunjang lainnya,’’ tukasnya.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu Pemerintah Desa Togid bekerjasama dengan Pemuda dan masyarakat lakukan penanaman ribuan pohon Mangrove di tepian Danau Bunong dan muara sungai. Penenaman itu bertujuan untuk menjaga perkembangbiakan habitat ikan air tawar. (Chimo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here